Bagaimana Psychology & Neuroscience Mendukung Growth Mindset- Fakta & Mitos

Admin CS
0

 

Di era modern ini, istilah growth mindset makin sering didengar, khususnya di kalangan anak muda usia 18 hingga 28 tahun. Banyak yang menganggap growth mindset sekadar soal berpikir positif, padahal konsep ini jauh lebih dalam dan punya landasan ilmiah kuat dalam dunia psikologi serta neuroscience.


 Pemahaman yang tepat tentang growth mindset bukan hanya memperkaya pengetahuan, tapi juga bisa menjadi pondasi untuk perjalanan hidup yang lebih bermakna, baik secara duniawi maupun spiritual.



Memahami Growth Mindset dari Perspektif Psikologi

Growth mindset pertama kali dipopulerkan oleh Carol Dweck, seorang psikolog dari Stanford University. Ia menemukan bahwa individu dengan growth mindset percaya kemampuan mereka bisa berkembang melalui usaha, belajar dari kegagalan, dan menerima masukan. Sebaliknya, mereka yang memiliki fixed mindset cenderung percaya bahwa kecerdasan dan bakat adalah sesuatu yang tetap, tidak bisa diubah.


Sebuah riset menarik dari Dweck menemukan bahwa seorang pelajar yang belajar untuk mengembangkan growth mindset cenderung lebih tahan banting dalam menghadapi tantangan akademik. Mereka lebih siap menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan tanda kegagalan diri.



Fakta Ilmiah: Otak Manusia Bisa Berubah

Neuroscience mendukung teori growth mindset melalui konsep yang dikenal dengan neuroplasticity. Ini adalah kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi sebagai respons terhadap pengalaman dan pembelajaran baru. Artinya, setiap usaha yang kita lakukan, setiap tantangan yang kita hadapi, secara fisik bisa memperkuat dan membentuk ulang jaringan otak kita.


Sebuah studi unik dari University College London mengamati para sopir taksi di kota London, yang dituntut untuk menghafal ribuan jalan dan rute. Hasilnya, bagian otak yang berperan dalam navigasi (hippocampus) pada sopir taksi lebih besar dan berkembang seiring bertambahnya pengalaman mereka. Ini bukti nyata bahwa otak manusia tidak “statis”, melainkan sangat adaptif.



Mitos tentang Growth Mindset yang Sering Disalahpahami

Banyak mitos yang beredar tentang growth mindset, salah satunya adalah keyakinan bahwa dengan berpikir positif saja, segala masalah akan selesai. Padahal, growth mindset bukan sekadar optimisme tanpa usaha. Proses perubahan butuh disiplin, kesabaran, dan keberanian untuk terus belajar.


Ada juga anggapan bahwa orang yang gagal berarti tidak punya growth mindset. Padahal, setiap orang pasti pernah gagal. Kuncinya adalah bagaimana kita merespons kegagalan tersebut: apakah memilih untuk menyerah, atau justru belajar dan bangkit.



Insight Islami: Belajar dan Bertumbuh adalah Sunnatullah

Dalam Islam, prinsip growth mindset sangat sejalan dengan ajaran untuk terus belajar (thalabul ‘ilmi), memperbaiki diri, dan tidak putus asa. Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan potensi luar biasa, dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan :


 وأن يستقيموا في أنفسهم على ذلك حتى يكونوا من الصالحين عند فساد الناس، ومن المصلحين لما أفسد الناس والله الموفق سبحانه


Hendaklah mereka meluruskan diri-diri mereka dalam hal ini hingga menjadi orang-orang shalih (yang baik) pada saat keumuman manusia sedang rusak, dan menjadi muslih (yang memperbaiki) pada saat manusia membuat kerusakan.

Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberi taufiq . ( https://telegram.me/imambinbaz )


Melatih growth mindset bukan berarti menafikan takdir, melainkan memaksimalkan ikhtiar dan tawakal. Kita berusaha sebaik mungkin, yakin bahwa Allah melihat setiap upaya, dan percaya bahwa kegagalan adalah jembatan menuju keberhasilan.



Motivasi dan Langkah Praktis

  • Mulailah dari self-talk yang membangun: Alihkan dari “Aku tidak bisa” menjadi “Aku belum bisa, tapi aku mau belajar.”
  • Jadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti.
  • Cari lingkungan yang suportif, yang mendorong pertumbuhan dan pembelajaran.
  • Rajin mencari ilmu, baik secara formal maupun dari pengalaman sehari-hari.



Penutup Reflektif

Membangun growth mindset adalah proses seumur hidup, Ia menuntut kesadaran, keberanian, dan niat yang tulus. Dalam Islam, setiap langkah kecil menuju perbaikan diri memiliki nilai besar di sisi Allah.


Sebagai penutup, mari renungkan firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d: 11)


 

Jadikanlah semangat bertumbuh sebagai bagian dari perjalanan hidupmu, agar setiap tantangan menjadi peluang untuk semakin dekat dengan Allah dan menjadi versi terbaik dari dirimu.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!