Mengenal Attachment Parenting- Manfaat & Tantangan untuk Orang Tua Baru

Admin CS
0


 
Menjadi orang tua baru adalah perjalanan yang penuh kebahagiaan, sekaligus tantangan besar. Tidak ada satu buku pun yang bisa menjamin kesempurnaan peran sebagai ayah atau ibu. Salah satu pendekatan yang semakin banyak diperbincangkan dalam dunia parenting adalah attachment parenting, sebuah metode pengasuhan yang menekankan pentingnya kedekatan emosional dan kelekatan antara orang tua dan anak sejak usia dini.


Bagi orang tua muda atau pengantin baru, istilah attachment parenting mungkin masih terdengar asing, atau bahkan menimbulkan pertanyaan: benarkah metode ini penting? Apakah semua orang tua cocok menerapkannya? Apa saja tantangan dan manfaatnya? Artikel ini akan membahas konsep attachment parenting secara ilmiah, aplikatif, serta membandingkannya dengan nilai-nilai islami dalam pengasuhan.



Apa Itu Attachment Parenting?

Attachment parenting adalah pola asuh yang bertujuan menciptakan ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua, terutama di masa-masa awal kehidupan. Istilah ini dipopulerkan oleh Dr. William Sears, seorang dokter anak asal Amerika Serikat, yang menekankan bahwa anak yang tumbuh dengan kelekatan emosional cenderung memiliki rasa percaya diri, empati, dan kecerdasan sosial yang baik.


Beberapa prinsip dasar attachment parenting antara lain:

  • Responsif terhadap tangisan dan kebutuhan bayi
  • Menyusui (jika memungkinkan) sebagai sarana bonding
  • Tidur dekat (co-sleeping) dengan anak
  • Sering menggendong bayi
  • Komunikasi yang hangat dan konsisten



Manfaat Attachment Parenting Berdasarkan Penelitian

Fakta unik: Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa anak-anak yang memiliki ikatan emosional kuat dengan orang tua di masa balita, cenderung lebih stabil secara emosi dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat dewasa. Bahkan, penelitian di jurnal “Developmental Psychology” menunjukkan, kelekatan yang baik di usia dini dapat menurunkan risiko masalah perilaku dan meningkatkan kemampuan sosial anak.


Selain itu, attachment parenting dapat memperkuat kepercayaan diri orang tua, karena mereka belajar lebih peka membaca sinyal dan kebutuhan buah hatinya. Kedekatan emosional yang dibangun sejak dini ini juga memperkuat ikatan keluarga hingga masa remaja dan dewasa.



Tantangan Attachment Parenting bagi Orang Tua Baru

Tentu, attachment parenting bukan tanpa tantangan, apalagi untuk orang tua baru yang masih beradaptasi dengan ritme hidup yang berubah drastis. Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi:

  1. Tuntutan Waktu dan Energi Attachment parenting membutuhkan kehadiran fisik dan emosi yang penuh. Tidak jarang, orang tua merasa kelelahan atau kewalahan karena kurang tidur atau harus mengutamakan kebutuhan anak hampir sepanjang waktu.
  2. Tekanan Sosial dan Lingkungan Tidak semua keluarga atau lingkungan memahami konsep ini. Ada yang menganggap attachment parenting terlalu “memanjakan” anak, atau tidak realistis untuk keluarga dengan orang tua bekerja.
  3. Membagi Peran dengan Pasangan Attachment parenting idealnya dilakukan bersama. Ini membutuhkan komunikasi yang baik dan saling dukung antara suami dan istri, agar tidak salah satu pihak saja yang menanggung beban pengasuhan.
  4. Menjaga Keseimbangan Diri Orang tua juga manusia. Jangan sampai kelekatan dengan anak justru membuat orang tua lupa merawat dirinya sendiri (self-care). Keseimbangan adalah kunci agar pengasuhan tetap sehat, hangat, dan menyenangkan.


Tips Islami & Praktis Attachment Parenting

Konsep kelekatan sebenarnya sangat sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah shallahu alaihi wa sallam dikenal sangat lekat dan lembut pada anak-anak. Beliau sering memangku, menggendong, bahkan bermain bersama cucu-cucunya. Islam menekankan pentingnya membangun kasih sayang sejak dini, dengan kelembutan, sentuhan, dan doa.


Tips praktis untuk orang tua baru:

  • Luangkan waktu berkualitas setiap hari untuk interaksi fisik dan percakapan hangat dengan anak, walau hanya beberapa menit.
  • Libatkan ayah dan ibu secara seimbang dalam bonding dengan anak.
  • Jangan malu meminta bantuan keluarga jika mulai merasa lelah.
  • Selalu iringi aktivitas pengasuhan dengan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan kuat.



Penutup Reflektif

Attachment parenting memang tidak mudah, tetapi membangun ikatan emosional sejak dini akan menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi yang sehat jiwa dan raga. Setiap keluarga punya tantangan dan caranya sendiri, namun intinya tetap sama: cinta, komunikasi, dan kehadiran yang tulus adalah kunci.


Sebagai penutup, mari renungkan kisah ini :


Al-Aqra' bin Haabis mengatakan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ

"Aku mempunyai sepuluh anak dan aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 إِنَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

'Sungguh seseorang yang tidak berkasih sayang (terhadap sesama) tidak akan dirahmati (disayangi Allah Ta'ala)."  HR. Muslim 2318

 

Semoga setiap langkah kecil dalam pengasuhan penuh cinta, mendekatkan kita pada keluarga sakinah dan anak-anak pun tumbuh dengan bahagia.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!