Mengatasi Konflik Pengasuhan - Saat Pendekatan Anda dan Pasangan Berbeda

Admin CS
0

 

Tidak ada sekolah resmi untuk menjadi orang tua ideal. Setiap pasangan biasanya membawa “bekal” cara mendidik anak dari keluarganya masing-masing, sehingga wajar jika dalam perjalanannya, muncul perbedaan cara pandang dan pendekatan pengasuhan. Apalagi bagi pasangan muda yang baru membangun keluarga, konflik soal pola asuh kadang terasa seperti “tabrakan dua dunia” yang tak jarang memicu emosi dan ketegangan.


Namun, perbedaan dalam mengasuh anak bukan sesuatu yang harus dihindari atau ditakuti. Justru, jika dikelola dengan komunikasi yang sehat dan sikap saling menghargai, perbedaan itu bisa menjadi kekuatan besar dalam membentuk keluarga yang utuh dan harmonis.



Mengapa Konflik Pengasuhan Bisa Terjadi?

Setiap orang tumbuh dengan nilai, kebiasaan, dan pengalaman berbeda. Cara orang tua kita dulu membesarkan kita, dengan cara tegas atau lembut, demokratis atau otoriter, seringkali membekas dan tanpa sadar terbawa ke dalam pola asuh kita sendiri. Ketika dua pola berbeda bertemu dalam satu rumah tangga, wajar jika timbul ketegangan.


Selain itu, tekanan dari lingkungan sekitar, perbedaan latar belakang pendidikan, hingga pengaruh media sosial, kerap memperbesar perbedaan tersebut. Namun, jangan lupa bahwa niat awal setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak.



Dampak Konflik Pengasuhan bagi Anak dan Hubungan Pasangan

Fakta unik: Menurut penelitian di University of Michigan, konflik pengasuhan yang tidak terselesaikan bisa menurunkan rasa aman anak, bahkan berpengaruh pada kepercayaan dirinya. 


Anak yang sering melihat orang tua berselisih soal pola asuh cenderung merasa bingung, tidak konsisten dalam berperilaku, dan kurang percaya diri. Bagi hubungan pasangan, konflik yang dibiarkan bisa memicu jarak emosional bahkan berujung pada hubungan yang renggang.



Cara Sehat Mengelola Perbedaan Pengasuhan

  1. Saling Mendengarkan tanpa MenghakimiDengarkan alasan dan latar belakang pasangan dengan hati terbuka. Setiap sudut pandang lahir dari pengalaman hidup yang berbeda, bukan sekadar “benar” atau “salah”.
  2. Diskusikan Nilai-nilai Dasar Keluarga- Buat kesepakatan bersama: nilai apa yang ingin ditanamkan dalam keluarga? Nilai islami apa yang ingin diutamakan? Dari sinilah visi bersama akan tumbuh, meskipun teknis pelaksanaannya kadang berbeda.
  3. Fokus pada Kepentingan Anak, Bukan Ego Pribadi- Seringkali konflik makin panas karena gengsi ingin pendapatnya yang “menang”. Ubah sudut pandang: apa yang terbaik untuk anak dan keluarga?
  4. Buat Aturan Bersama dan Tampil Kompak di Depan Anak- Jika ada perbedaan, diskusikan di ruang privat. Hindari debat di depan anak, agar mereka tetap merasa aman dan tidak “memanfaatkan” perbedaan orang tuanya.
  5. Terbuka dengan Ilmu Baru- Jangan ragu mencari ilmu parenting dari buku, kajian/taklim, atau konsultan keluarga. Ilmu pengasuhan berkembang, dan tidak ada salahnya meng-upgrade cara kita mendidik anak.
  6. Libatkan Doa dan Refleksi Spiritualitas- Dalam Islam, pengasuhan anak adalah amanah. Sering-seringlah bermunajat, mohon kekuatan dan petunjuk kepada Allah agar diberikan hati yang lembut dan bijaksana dalam mendidik buah hati.


Fakta Ilmiah: Kolaborasi Orang Tua Kunci Anak Bahagia

Sebuah studi dari University of Illinois menyimpulkan, anak yang tumbuh di keluarga dengan kolaborasi pengasuhan di mana orang tua saling mendukung meski punya gaya berbeda memiliki tingkat kecerdasan emosional lebih tinggi dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan. 


Ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang, tapi peluang membentuk karakter anak yang kaya pengalaman dan lebih resilien.



Tips Islami Praktis

  • Jadikan musyawarah sebagai kebiasaan dalam rumah tangga.
  • Sering-sering saling mendoakan, karena hati manusia mudah berbolak-balik.
  • Jangan malu meminta maaf jika ada ucapan atau keputusan yang kurang tepat.
  • Ingat, setiap perbedaan adalah ladang pahala jika dihadapi dengan sabar dan niat memperbaiki diri.



Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah berkata,


لسعادة لا تكون بين الزوجين إلا بصبرهما على بعضهما البعض، وبتعاونهما على الخير، وعلى تربية أبنائهما، والله المستعان.


"Kebahagiaan antara suami dan istri tidak akan terwujud, kecuali dengan keduanya saling bersabar terhadap yang lainnya, saling membantu dalam melakukan kebaikan dan mendidik anak-anak mereka. Wallahul Musta'an."   https://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=299


Mengelola perbedaan pengasuhan memang tidak mudah, justru di situlah letak seni membangun keluarga. Hadapi dengan cinta, komunikasi, dan niat tulus untuk terus bertumbuh bersama. Kunci utamanya adalah saling menghargai, mau belajar, dan tidak pernah lelah berproses menjadi orang tua yang lebih baik.


Semoga setiap perbedaan berubah menjadi saling menguatkan, dan rumah tangga selalu dipenuhi rahmat dan kebijaksanaan.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!